Kamis, 29 Januari 2009

Ku Tunggu Dirimu ..




Ku tunggu dan ku duduk di sini
Menanti angin berhembus perlahan .. berhenti
Kusaksikan gemuruh bersauh, tanda sore menyambut sudah

Ku tunggu dan ku duduk di sini
Menanti dirimu tiada hendak tiba
Kusaksikan tangan tangan bergelayut menyambut .. dan ku termenung menatap kosong

Kau janjikan waktu kan segera hadir
Kusiapkan waktu yang tersisa untukmu
Dan kau janjikan separuh sabar tuk menunggu
Ku biarkan egoku beterbangan

Ku tunggu dirimu ku nanti ..
Hingga waktu yang tak akan terbatas
Ku tunggu dan ku topangkan daguku
Walau harus ku lepas letihku ..

Rabu, 21 Januari 2009

Ketika Sang Mentari Tiba




Ketika sang mentari tiba
Ku mungkin tengah bermimpi berkejaran diantara lelap dan enggannya terbangun

Bahkan hangat matahari tak menggugahku seketika ..
Agh .. indah bermanja diantara sapaan pagi
Mataku terbuka .. dan hijaunya pepohonan kian menyapa
Bunga bunga nampak ranum berkembang

Dan aku tersenyum menikmatinya

Pagi yang indah ..
Adakah kau tahu hatiku hari ini?
Sejuta cinta ingin kutebar
Sejuta pinta ingin ku raih
Sejuta mimpi ingin ku tuliskan pada jembatan pelangi menuju ke langit

Pagi yang indah ..
Sampaikan inginku ..


**Posted 1st in here

Jumat, 16 Januari 2009

Dimana Kau Matahariku ..




Dingin ..
tak menggugahku untuk sejenak menyapa pagi ..
tak juga menggelitikku untuk sekedar tersenyum padanya
tak jua melelapkan mata yang sedari malam terkantuk, hingga terangguk angguk ..

Dingin ..
membutakanku melihat sisi dunia yang sama
Dunia dengan putaran kesibukannya
Putaran dengan ambisi dan semangat yang selalu berbeda

Tak kutemukan sedikit kehangatan pagi, yang biasa mengetuk pintu pintu kamar ini
Yang selalu rajin, ketika sinarnya membangunkan ..
Yang selalu terabaikan, ketika rutinitas itu adalah sebuah tugas dan keharusan

Agh .. masih malu malu kah dirimu wahai matahariku?
Masih tersembunyi, ataukah enggan ..
Ketika harus berlawanan dengan hujan hujan yang datang dengan amarahnya?
Dengan petir petir terselubung diantaranya?
Dengan mendung mendung tebal lagi murka ditampakkannya?

Adakah pelangi yang kau sisakan untukku?
Ketika dirimu tak jua menghampiri?
Adakah warna warni permainanmu, yang kau petikkan bagai irama harpa mengalun?
Ketika kunanti sore tiba, tak juga lembayung hadir, sekedar mengecup pipiku yang sepi

Kemana kehangatan itu kau bagi kini?
Wahai matahariku yang redup lagi tersingkirkan ..
Sinarmu terik ketika raja siang mengagungkan dirinya ..
Sinarmu hangat kurindu ketika pagi, membuka tabir malam .. dan mendung menguasai dunia.

Agh ...
Kunanti rintik rintik hujan itu, sanggup menyampaikan pesan pesan damaimu
Pesan tentang kehidupan
Pesan tentang mata mata penuh cinta
Penuh rasa dan pelukan Bunda

Kunanti dirimu dengan senyum pagi itu .. dan sambut aku diantara gorden kamarku yang tebal ..

Kamis, 15 Januari 2009

Puisi untuk seorang teman





Kau jatuh ..
Kau lemah ..
Kau panik ..
Kau menangis ..

Hatimu bergulir tak menentu
Mencoba mencari pegangan dimana pun itu
Mencoba mencari keteduhan di tengah teriknya matahari menyengat
Dan terpaan hujan yang menggelegar oleh petir petir makian

Dan kau terlelap ..
Tak ingin terbangun ..
Sesaat kau tenang dan mampu bertahan dalam mimpimu

Namun mata itu sejenak mencari cari, cerita yang kini tengah berlangsung
Sejauh mana aku sudah berjalan?
Seperti apakah kisah yang kelak akan kutempuh?
Sanggupkah aku meraih semua impian yang sarat beban dan kehilangan ini?
Tangis itu membuncah di dada .. dan terhempas lah sudah semua impianmu ..

Kawan ..
Kau bukanlah dirimu yang dulu .. yang sekarang atau yang esok
Kau berubah demi perjalanan hidup yang kau tatihkan hari demi hari
Kau sanggup dengan atau tanpa tongkat yang membantumu berdiri
Kau adalah dirimu yang sebenarnya .. ketika hempasan angin membuangmu jauh tersuruk

Kawan ..
Kau adalah tegar yang sejenak lelah oleh waktu dan fikiran
Kau adalah kesanggupan yang sesaat terlelap oleh tidur panjang yang melenakan
Kau adalah semangat bagi manusia manusia yang membutuhkan tangan tangan lembutmu
Kau adalah keberhasilan yang belum tersampaikan oleh hikmah dan kedewasaan

Kawan ..
Ku tahu kau bisa ..
Sekalipun tiada doa dan harapan yang bercerita padamu
Sekalipun tiada kemudahan yang membukakan jalan jalan buntu lagi menyempit
Sekalipun tiada langit langit teduh memayungi ketika letih menyapa

Dan kini ..
Rintik rintik hujan meredam kegalauan hatimu ..
Pelangi pelangi sore .. mengibarkan senyuman menentramkan fikirmu
Dan kunang kunang malam, menjaga tidurmu hingga lelap pun bersama

Tak ada yang kau ragukan
Tak ada yang kau takutkan ..
Takdirmu berbicara ketika kau sanggup melewatinya ..
Atau terpuruk kian surut .. hingga kau terlupakan ..

Selasa, 13 Januari 2009

Hujan tak berhenti ..





Hujan tak berhenti ...
Dan aku sedih memandang itu ..

Ketika tanda tanda amarah itu berbicara ..
Dan tangisan nan meluap yang tertumpah
Dan gemuruh hati yang menggelegar ..
Dan hempasan angin seakan tak menerima ..

Dan aku semakin pilu ..
Menyaksikan sisi terberat dari keinginan alam
Yang tak tersampaikan ..

Adakah kau ingin bercerita .. wahai Bunda Alam
Adakah kau ingin menyampaikan sebuah pesan tentang kedamaian
Tentang keseimbangan tanpa kekuasaan diri
Adakah kau ingin bertutur tentang cinta
Tentang harmoni yang kau hayalkan abadi, di pucuk pucuk keajaiban

Dan aku semakin pilu ..
Menyaksikan waktu yang tertangisi oleh air air yang bertuah
Yang berhamburan, tak terbendung ..

Hujan tak berhenti ..
Dan aku menatap kosong diantaranya
Mencoba mencari sesuatu yang tersilap diantara mata mata yang tertunduk menghindarinya
Mencoba mencari sesuatu yang memaknai rintik rintik yang berhamburan
Mencoba mencari sisi yang tak pernah terlihat oleh hati hati yang penuh, oleh guratan dunia

Dan aku sedih memandang itu ..

Kamis, 08 Januari 2009

Dinding dinding ...





Aku menatap dinding dinding yang kosong
Yang tak sanggup bicara .. menangis .. atau mengadu
Seberapa kuat kau mampu menahan dirimu, hingga retak retak diantara kalian mulai terlihat?
Seberapa kuat kau mampu menutup mata ketika saksi saksi bisu menjadi bumerang diantara perang hatimu?

Dinding yang kosong .. yang mulai rapuh dan kusam
Yang tak memiliki hati .. namun sanggup menatap bisu, kosong dan sepi
Yang tak memiliki rasa .. namun mata dan telinga itu melihat lagi mendengar
Yang tak memiliki pinta .. namun menunggu waktu untuk kelak menua dan berguguran

Dinding dinding yang dipoles oleh warna warna nan cantik ..
Adakah kejujuran di sana?
Adakah kepolosan di sana?
Adakah kepasrahan di sana?

Semakin ku bertanya .. semakin tak menampakkan jawabannya
Dan aku bertanya sendiri .. dan aku menjawab sendiri
Inginkah ku menjadi dinding dinding nan tak memiliki semua yang kumiliki?
Inginkah ku menjadi diri yang berbeda ketika ku lelah memainkan peranku sendiri?

Biarkan sejenak ku bersamamu ..
Ketika ku ingin terdiam dan mendengarkan rintihanmu di telingaku ..

Hening




Hening itu tak membuatmu terlelap?
Hening itu tak membuatmu bermain dengan mimpi mimpi bisu?
Hening itu menarikmu dalam bait bait bahasa yang ranum?
Hening itu menarikmu sejenak menuangkan kalimat kalimat sahaja tak bertuan?

Mm .. sejuta makna hening ketika kau mampu terdiam
Sejuta tutur kata hatimu menguasai seluruh pandanganmu
Hingga kau terdiam dan terpaku menatap kekosongan
Hingga kau bermain diantara hayal hayal fikiranmu

Dan hening menghanyutkanmu
Ke dalam dunia yang berbeda
Ke dalam dunia yang membisu
Ke dalam buntu yang akhirnya membukakan jalan

Dan hening mengubahmu
Ke dalam sisi hidup yang merenungi
Ke dalam sisi bahasa yang hanya kau tahu
Ke dalam sisi hatimu yang sejujurnya

Dan Hening memanggilmu untuk tersadar
Diantara kelelahan tapak tapak alam bawah sadarmu berlari
Diantara ide ide yang membuyarkan kepenatan itu
Diantara kebosanan yang kau habiskan seharian

Dan biarlah Hening menghampirimu
Hingga kau temukan arti pencarianmu
Hingga kau temukan arti tulisan tulisan yang tersirat
Hingga kau temukan kedamaian disana


*Puisi berbalas

Jumat, 02 Januari 2009

Apa yang Kau Tahu ..




Apa yang kau tahu tentang satu kalimat singkat namun sarat makna terdalam?
Apa yang kau rasa tentang satu kalimat singkat namun berat beban tuk menjalaninya?
Apa yang kau fikir tentang satu kalimat singkat namun pekat pemikiran tuk memahaminya?
Satu yang kau sebut dengan ikhlas

Apa yang tertulis di hatiku?
Ketika apa yang kulakukan, kembali dibantai oleh kalimat kalimat tak berperasaan
Ketika apa yang kuberikan, kembali dihempas oleh angin angin tak perduli
Ketika apa yang korbankan, kembali dilangkahi oleh kaki kaki tak ingin menapak

Aghh ...
Inikah jawaban dari sebuah permintaan yang sederhana
Sebuah permintaan tanpa sanggup meminta lebih
Tanpa mampu mengharap kasih
Tanpa kuasa menangis lagi ..

Inikah jawaban yang kelak membuatku bijak
Kekuatan yang mampu merumuskan kalimat kalimat langit nan bertuah
Nan berpayungkan satu jiwa ksatria lagi maha dasyat
Inikah ketika satu keihklasan diuji?

Dimana letak batasan yang sanggup kulalui ..
Dan dimana letak batasan, ketika aku tak sanggup lagi meraih kesempurnaan itu ..
Dimana letak keikhlasan itu mampu tertanam di hatiku
Dimana ...
Dan sebutkan ...

Cemara .. dan kepedihan






Cemara ...
ku tak tahu siapa dirimu ..
Ku bahkan belum lama menatapmu ..
Mengamatimu .. berteduh di rindangnya pelukanmu
Dan menamaimu dengan sebutan sebutanku yang lucu

Cemara ..
Ijinkan aku mengadu ..
Tentang dunia yang selalu berubah .. begitu cepat
Tentang dunia yang palsu dan buram akan kejujuran dan kenistaan
Tentang dunia yang tak pernah tulus di hati

Cemara ..
Apa yang menghangatkanku, ketika dedaunanmu bertumpuk di dinginnya tanah tanah berpeluh
Apa yang meredam hatiku, ketika dedaunanmu tertiup gemulai penuh cinta
Apa yang mengikhlaskanku, ketika dedaunanmu menghidupkanku dengan kedamaian yang santun

Cemara ..
Disini ku tuliskan bait bait sedihku
Sekedar meluapkan kepedihan yang masih tertahan
Disini ku tuliskan bait bait kekuatanku
Hingga ku mampu berdiri, seperti tegaknya dirimu di tengah hempasan angin


Posted 1st in Forum. Nusa 4

Puisi Langit





ku terdiam .. menatap langit
Sendiri .. terpaku .. mencari sisi sisi keajaiban langit
Dipagari batang batang pepohonan nan menghijau
Dibatasi gunung gunung nan menjulang, meninggi dan memuncak

ku terdiam .. menatap langit
Sendiri .. terpaku .. mencari satu bentuk pesan yang mungkin ingin disampaikan Nya
Dipagari ingin inginku yang tertahan disana
Dibatasi mata mata nan mencari tiap sudut yang terlalu luas di ruang mega

Tuhan .. adakah Kau disana mengamatiku
Ketika ku menangis tersedu .. penuh iba, Kau hadir memberiku cinta
Ketika ku sendiri mematung .. penuh selisih, Kau tegakkan diriku dengan keteduhan
Ketika ku bertahan berpegang pada cobaan, .. Kau hadirkan keihklasan untukku berlabuh

Dan langit ..
Ketika ku ingin melihat DiriMu nan Megah
Tanpa cela ..
Tanpa duka ..
Tanpa satu kalimat kalimat menghinakan

Dan langit ..
Ketika ku ingin melihat satu ketulusan .. dan kepasrahan
Tanpa perlu merasa takut menjadi diri sendiri
Tanpa perlu merasa enggan tuk berucap semua pinta dan tangisan
Tanpa perlu merasa sendiri untuk selamanya berdiri


Posted 1st in Forum. Nusa4
Puisi adalah hatimu © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute