Kamis, 15 Oktober 2009

Aku adalah Aku ...



aku adalah aku ..
aku bukan kamu, dia atau mereka
aku adalah aku ..
yang berkata tidak untuk tidak

aku adalah aku ..
aku bukan iya sekedar iya tanpa mau
aku bukan tidak, sekedar tidak tanpa harap
aku adalah diriku dengan mauku tanpa paksamu

dan aku adalah sayap sayap yang mengepak
dan aku adalah awan awan yang mendunia menjelajah benua
aku adalah hujan yang mengisi kekeringan sedihmu
aku adalah hangat yang memanaskan dinginmu kian beku

dan aku adalah hati yang memiliki jalanku sendiri
dan aku adalah kaki yang setapak berjalan lurus menuju persinggahan
dan aku adalah tangan yang meminta doa doa turun dari langit
dan aku adalah tanah tanah yang coklat dan tak ingin menjadi langit

aku adalah diriku
yang kau kenal dulu, kemarin dan hari ini
yang kau sapa riang, sendiri dan bersama

aku adalah diriku ..
yang dekat dan jauh dengan prasangkamu
yang ada dan pergi hingga kau memintanya

aku tak berbeda ..
walau dengan sedikit perbedaan

Minggu, 26 Juli 2009

Hujan Yang Turun ..



Gambar diambil di sini

Hujan yang turun ... membelalak kan mata mata yang terkantuk
Hingga lari, berhamburan dan berteduh
Hingga daun daun yang kering pun menghijau
Hingga sapa layu yang bermimpikan kematian pun hidup kembali

Hujan yang turun mengusir pilu pilu tangis dahaga dan kering
Menyapu sisa sepi suara suara angin yang berdesing kotor dan berdebu
Dan terik yang berkata tajam tentang peluh peluh yang bercucuran

Dan suara suara tawa lepas pun berhenti terdiam
Gemericik tangan tangan terbuka menyambut jatuhnya air air yang menghujan
Lompat lompat kaki kaki yang memercik air air bah pun beriak
Mereka berkata tentang kebahagiaan

Dan wajah wajah tanpa beban itu membentangkan tangan
Membiarkan dada penuh gejolak muda terbasuh oleh dinginnya rintik rintik yang meredam
Seraya memejamkan mata penuh rasa keagungan
Karena Kuasa Nya yang menghampiri

Rabu, 22 Juli 2009

Mengapa Aku Semakin Membencimu



Mengapa ku semakin membencimu?
Mengapa nama mu yang menggugahku untuk terus berkata dan berkata
Mengapa ..
Apa yang difikirkan mu .. di sana?

Aku berbicara, seakan kau ada di sini
Seakan kau mendengar, seakan kau bisa mengetahui
Aku berbicara, berharap kau menyadari kekeliruan itu
Menyadari betapa aku tersiksa dan semakin tidak memperdulikan mu lagi

Jangan tanyakan, mengapa aku tak lagi seperti dulu
Hanya KAU, yang membuatku seperti itu !!
Hari demi hari, bertahun tahun .. kututup amarahku yang memekik
Hanya berharap sebutir pengertianmu yang tak kunjung datang
Tak juga melihatku ... apalagi memahami itu

Dan KAU tunjuk aku, adalah pendosa !!
Pengkhianat pengabdian dan semua hilang dimata mu
Di mata yang selalu melihat buruknya sisi manusia yang tak berperi
Dan KAU tunjuk aku, adalah pencuri !!
Mengambil hartamu yang rupawan, lagi meracuninya
Ketika hati itu tengah galau oleh amukan setan dan amarah yang berkilat

KAU !!
Tak kan pernah mengerti apa arti tulus ..
Arti cinta dan sebuah kasih sayang.
Tak kan pernah memahami arti kehadiran seseorang
Arti persahabatan dan sebuah keluarga

KAU !!
hanya melihat cermin dirimu bersih, tak ternoda.
Tak ingin tercoreng noda, melainkan hanya pujian dan dukungan kebenaran
KAU !!
hanya mengadu domba domba yang menakutkanmu
Tak ingin tersaingi oleh apapun yang melampaui mu

Mengapa aku semakin membenci mu?
Disaat kaki kaki ini berlomba dalam kebaikan
Disaat tangan tangan ini merangkul hati yang gundah oleh kesedihan
Dan teduh oleh awan awan kebersamaan

Mengapa?

Rabu, 24 Juni 2009

Keagungan Sisi Kota




Dia yang selalu kutunggu
Dalam setiap perjalananku ..
Ada .. atau tidak ada ..

Dia yang selalu menampakkan sisi kemegahan
Yang selalu berdiri tegak .. mengamati setiap sisi tingkah manusia
Namun hanya mampu melihat tanpa bisa berkata kata
Hanya mampu mematung tanpa sanggup berseru tidak

Dia .. adalah keagungan sisi sebuah kota
Yang menjaga walau tak bisa melindungi
Yang menyaksikan kesempurnaan walau tak bisa bertepuk tangan

Berselimut awan ketika lelah menghampiri
Menyandarkan hamparan permadani
Ketika matahari lugas menghampiri

Dia akan selalu menjadi yang terindah .. dimana pun itu
Tak perduli perbedaan membuat jarak begitu jauh
Karena dia akan selalu menjadi lukisan itu
Yang tak akan pudar oleh kebosanan
Derunya waktu .. kerasnya kehidupan

Selasa, 23 Juni 2009

Lihat Aku ..




Hey .. ini aku
Lihatlah aku yang masih bergumul dengan lumpur
Dengan tanah tanah kotor yang bersembunyi diantara kuku kuku kakiku
Dan peluh yang mengganggu aroma tubuhku
Dan hitamnya wajahku oleh teriknya mentari

Hey .. ini aku
Lihatlah aku yang mencoba membersihkan pacul tua itu
Diantara tanah tanah merah yang keras menempel
Dan alang alang yang harus kubersihkan
Dan semua akar akar yang menggerogoti lahan kering

Mm .. langit mulai mendung
Terasa dingin membisikkan keteduhan di telingaku
Tangan tangan kekar itu semakin giat merampungkan kemauanku
Sekedar untuk bisa berbenah dan menanam beberapa butir benih kemandirian

Rumput rumput liar yang bergoyang
Membuatku tersenyum dan mengajak berbincang
Tentang apa saja yang ada dibenakku
Di hatiku ..
Ketika kumbang datang menjenguk, sembari memetik madu yang tersimpan untuknya

Mm .. langit kian berkumpul
Memintaku untuk segera pergi dan berteduh
Sesaat lagi, tanah tanah kering itu akan menikmati sejuknya
Limpahan air hujan yang mengandung cinta dan rizki
Dari Semesta Alam yang mengizinkan kami meminta ..

Semut semut kecil pun berbaris ..
Memanggul hasil kerja keras mereka
Persembahan sang ratu di Rumah
Sejenak mereka melihatku dan melemparkan sedikit senyumnya ..
Untukku yang selalu terinspirasi dari jejak tapak mereka
Yang tak pernah berkata lelah ...

Minggu, 21 Juni 2009

Pembohong !!



Gambar diambil disini

Mainkan kata kata itu, wahai pembohong!!
Mainkan airmata itu, dalam satu adegan tanpa terpotong
Tak perduli hatimu berkata, bohong !!
Atau malaikat di bahu kiri itu tertawa menuliskan cerita yang panjang
Tentang kebohongan mu !!

Pembohong buta !!
Kau abadikan permainanmu disudut sudut kegetiran dan keinginanmu akan dunia
Tak perduli wajah wajah heran disana, bertanya tentang dirimu yang jauh berbeda
Agh .. kau pembohong buta !!
Yang kau kejar adalah harta dan pujian keberhasilan semata

Tak sadarkah, dunia menantimu dengan kejujuran yang sesaat akan tiba?
Ketika langit mulai mendung, dan rintihnya yang tersembunyi
Kau nyanyikan lagu lagu kemenangan dihatimu, ketika duka disana mempertanyakan haknya.
Tentang alibi yang kau putar balikkan dengan mudah

Siapa saksi bisu yang sanggup berkata, kini?
Hanya dinding dinding membisu, tanpa suara .. tanpa keberanian
Hanya angin angin lemah berbisik dan melarikan diri
Tak mampu mengulang waktu yang berjalan kian jauh

Pembohong itu hidup dalam puncaknya ..
Dan kibarkan bendera kejayaanmu !!
Tiapkan terompet terompet kemenanganmu !!
Busungkan dadamu yang tegap lagi tegar ...
Dan ku menunggu sampai kapan kau sanggup bertahan

Sampai kapan??
Sampai kau siap meratapi keterpurukanmu ...
Nikmatilah hidupmu wahai pembohong !!
Aku tak pernah sungkan melihatmu berbinar dengan mata hatimu yang menangis

Sabtu, 20 Juni 2009

Kayuh Perahuku



Kayuh ...
Dan kayuhlah terus
Hingga perahu beranjak ke tengah
Menelusuri sisi pantai yang kian menjauh
Melabuhkan hatiku di hamparan laut yang tenang

Dayung ..
Ku dayung laju perahu itu
Walau berat arus kulawan kian terasa
Dan ombak makin beradu mengetuk dinding dinding perahu

Angin pun enggan berlawanan
Memanjakanku dengan tiupan mesra ..
Memainkan lembaran rambutku yang terurai
Melebarkan layar layar terkembang, hingga gemuruh
sorak sorai penumpang bersahutan

Agh ... perahuku kuat
Selama aku berada di depan mengatur arah angin
Suara peluit prajurit, berujar tentang burung burung yang terbang pulang
Juga kesima akan keindahan hari yang sigap terlelap, pun mendecakkan kagum

Dan perahuku terus melaju ..
Mencoba menerima sisi gelap bersahabat,
Sesaat lagi ..
Ditemani angin malam yang mengantarkanku mencari rizki

Dan perahuku terus melaju ..
Hingga temaram lampu petromak menjadi sandaran tujuan
Sesaat lagi ..
Ditemani doa, dibawah payung bintang bintang ..
Ku kayuh perahu itu semakin laju ..
Puisi adalah hatimu © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute