Bukan sekedar kata dan kata Bukan pula, buah inspirasi penuh kalimat kalimat megah Tak jua bersanding kesal atau emosi Tak jua serupa pantun pantun berirama
Puisi adalah hatimu Adalah kalung mutiara dirimu Adalah pucuk pucuk pohon seirama dirimu Adalah kekayaan hatimu
Puisi bercerita tentangmu tentang dunia yang ingin kau peluk tentang dia yang ingin kau ketuk tentang Tuhan yang ingin kau sentuh tentang mimpi yang semakin jauh
Puisi adalah hatimu dan katakanlah .. berjuta makna yang kau tahu Bergenggam pinta yang telah terabaikan Indahnya cinta, yang terus kau cari dan katakanlah .. bila lembaran lembaran diary tak mampu kau mainkan lagi
Dan bebaskanlah Karena puisi adalah hatimu Puisi adalah milikmu
Katakan apa yang ada di hatimu .. Kekalutan .. Ketakutan .. Kekhawatiran .. Semua bergemuruh disana, menghunjam .. memberontak ..berteriak .. dan berlari ..
Katakan apa yang tertera di kepalamu .. Kekalutan .. Ketakutan .. Kekhawatiran .. Semua ingin marah, menangis, .. berlindung dan bersembunyi ..
Genggam sebutir hati yang kau tekan dengan kerasnya Dan lihatlah .. ia memerah hingga membuncah pecah Menyisakan buih buih perihmu dan tangis yang terserap oleh tanah .. jatuh seketika
Genggam sebutir hatimu yang kau rasa dengan pelan Dan lihatlah .. ia berdetak kembali hidup dalam lembutnya tangan tangan penuh kasih Menyisakan bulir bulir kehidupan yang terus bangkit hingga bertahan
Tundukkan dirimu sejenak .. Dan tanyakan .. ada apa dengan diriku? Dan ucapkan .. apa mauku? Dan sebutkan .. apa jalanku ? Tundukkan semua tuntutan itu .. Dan tanyakan .. tentang kedamaian Dan ucapkan bait demi bait doa Dan sebutkan pesan pesan yang terlupa untukNYA
Hingga keteduhan menghampiri Dan kau sanggup terduduk menghela panjangnya nafas yang tertahan Hingga kepasrahan menyentuhmu Dan kau sanggup terlelap dalam mimpi mimpi panjang yang menjagamu
Teruslah melangkah .. kemana kaki itu hendak berkunjung Teruslah berpijak .. meninggalkan seribu jejak yang bermakna Jangan kau tawarkan bosan dalam kehidupan mu yang sendu Jangan kau sandingkan bosan dalam kebohongan yang sementara
Renungkan sejenak .. hati kecil yang tengah bergumam Tundukkan sekejap .. raut wajah yang lelah penuh pilu Pejamkan sejenak semua kekalutan yang nyata mengguruimu Lepaskan serentak .. semua kebisingan hatimu
Aaagggghhhhhhhh .. dan bebaskanlah semua ikatan yang menderamu .. Saksikan seketika semua warna warna dunia pun kilat berubah Mengajakmu melihat dunia antah berantah diluar sana Menarikanmu impian impian yang selama ini tersembunyi
Lupakan semua kalimat perpisahan yang menggundahkan Lupakan semua bait bait ketidakpercayaan yang menjatuhkan irama dirimu Lupakan semua penjelasan yang kelak tak akan kau temukan dimana Lupakan semua kebodohan diri yang melemahkanmu hingga tersungkur
Hela nafasmu panjang .. dan terbuka .. Disana mereka masih menantimu melukis langit langit lembayung sore Disana mereka tetap mengharapmu mengubah cerita pelangi hari ini Disana mereka akan selalu menerima gelak tawamu yang gemerlap
Dan kau temukan dirimu yang sesungguhnya .. Yang sederhana namun memukau Yang santun lagi berbahasa Yang lembut pula bercerita .. Yang setia mendampingi hari hari panjang penuh kesabaran ..
Puisi berikut adalah balasan balasan puisi beberapa teman yang saling berbagi tentang isi hatinya. Seperti biasa, ini terbagi buat siapa saja yang bisa memberi makna berbeda kepada tulisan tulisan yang selalu berbeda .. Posted 1st in Rumah Blogger
Inikah ungkapan buah kepasrahan? Ataukah keputusasaan yang tak berkesudahan? Inikah ungkapan penyesalan? Ataukah kelemahan yang terabaikan?
Adakah dunia akan segelap yang kau bayangkan? Ketika matahari terik menyinari dan peluh membasahi
Ketika lalu lalang hiruk pikuknya menggeluti dunia Ketika tangis bayi tak hentinya meminta sebuah perlindungan Ketika begitu banyak tangan meraih impiannya
Adakah seorang manusia disini terbujur kaku dengan kemelutnya Bila mata tertutup dan enggan melihat Bila ketakutan akan takdir menghantui tiap detik yang berjalan Bila mimpi yang tersusun akhirnya hilang, bengis tak berwujud
Adakah kau lihat harapan harapan kecil dipelupuk mata itu Kau biarkan mereka berlari berhamburan di rebut mimpi mimpi yang bermasa depan Kau biarkan mereka layu sebagian ketika perjuangan pun terendap endap lalu hilang Kau biarkan mereka memayungi diri dengan rasa kasihan
Semua akan mati .... Tapi itu bukan alasan untuk berhenti !! Itu bukan alasan untuk menghindar ataupun lari dari kenyataan .. Semua akan meninggalkan kenangannya .. Tapi itu bukan alasan untuk tersudut dan mati seketika Itu bukan alasan untuk menggemakan kesedihan
Adalah dirimu yang berdiri diambang pintu yang terbuka Memilih maju, diam atau mundur perlahan Adalah dirimu yang merentangkan tangan mencari keseimbangan hati Memilih tegak, duduk atau jatuh perlahan ..
Tataplah mataharimu dengan tegar Walau tak setegar tulisan tulisan yang terus menyemangatimu Tataplah mataharimu dengan terang Dan kau temukan begitu banyak jalan yang terbentang
Tataplah mata mata di luar sana yang jatuh bangun mencari kesempatan Tataplah tangan tangan kecil yang berpegangan mencari kekuatan Tataplah langkah langkah tertatih penuh luka mencari teduh untuk bernaung Tataplah kemungkinan kemungkinan lain yang tak pelak lagi memberimu pilihan
Tataplah pagi nan indah dengan embun yang berjatuhan Sentuhlah sebutir dan lihatlah kebeningan disana Tataplah hatimu yang peluh dan lelah oleh perjuangan Sapalah sejenak dan sebutkan keinginan yang tersimpan
Tataplah terbitnya mataharimu dengan segenap permintaan yang masih tertunda Raihlah timurnya .. seakan kamu sanggup menggenggamnya Tataplah terbitnya hatimu dengan segenap impian impian yang tertunda Raihlah keyakinannya .. seakan kamu sanggup memenuhinya
Berjalanlah .. Berjalanlah kemana kaki kaki itu hendak melangkah Berjalanlah dan jangan kau hiraukan dunia yang melemahkan Berjalanlah dan petik warna warni kehidupan yang kau lihat bagai pelangi
Bukankah kau jauh menapak untuk dirimu Bukankah kau jauh menggapai demi hasratmu Bukan karena fatamorgana yang sesaat menyejukkan lagi hilang seketika Bukan karena pujian atau sapaan yang kau harapkan tinggi lagi terbuka
Berjalanlah terus .. wahai musafir Dengan keihlasan yang tak mudah .. kau tiba disana Dengan keyakinan yang tak lekang .. kau pastikan tiba disana Dengan kemampuan yang tak hilang .. kau khan tiba disana Dengan ada atau tidak .. mereka menyandingmu berjalan
Karena musafir adalah dirinya Karena musafir adalah hatinya Yang tak pernah lepas asa oleh penolakan .. oleh kesendirian .. oleh cobaan Yang tak pernah lepas akal oleh kesesatan .. oleh tantangan .. oleh kelelahan
Bersabarlah oleh waktu .. dan terus lah berjalan Bersabarlah oleh diri yang tak lemah .. dan teruslah berdoa
Begitu Abadi .. Cinta tak akan hilang .. Begitu membumi .. Cinta akan terkenang ..
Perpisahan bukan akhir dari segalanya .. Walau sulit untuk memulai hidup kembali Walau perih untuk sekedar menengadah keatas dan berucap Walau jerit dan pilu belum juga mampu berakhir
Perpisahan bukan akhir dari segalanya .. Walau doa berunut panjang masih bergulir hangat untuknya Walau pinta yang dalam, mengharapkannya kembali bersanding Walau sejenak hati tak mampu berfikir tenang
Perpisahan akan membawa mu kembali kepadanya Kepada hatinya .. Kepada kenangannya .. Kepada kekuatannya untukmu merajut harapan hidup Kepada cintanya yang kau sandingkan di bahumu posted 1st in Forum Nusa.4
Puisi puisi tertulis, merupakan cerita panjang seorang teman yang terombang ambing oleh banyak pertanyaan tentang gejolak hatinya ..Bait demi bait bahasa yang ku hadirkan, sekedar memberi kekuatan dan menyejukkan perihnya hati.
Kepanikanmu .. sangat terbaca Ketika tiap kata yang teraduk aduk menjadi khawatir yang memecah Kepanikan itu .. mengubahmu Menjadi diri yang bergelombang oleh ombak ombak tak berpendirian Katakan dimana gemuruh itu berlabuh Katakan dimana biduk itu kehilangan pegangannya Dimana pula buih buih lautan itu merusak keyakinan mu Kekalutan itu merusak semua bentuk keteguhan mu Redakan semuanya .. Teriak .. dan teriakkan semuanya .. Hingga langit membuka diri .. hingga badai pun berhenti mengamuk Dan kau lihat disana ada matahari .. yang sedari mengamati .. ia tertunduk Rebahkan semua lelah itu Rebahkan semua tanda tanda kelabu yang menyelimuti .. Rebahkan sejenak doa yang mulai terucap dalam bait bibirmu Dan kau temukan hangat yang menyejukkan dinginmu ..
Ia hanya menemanimu .. Segenap perjalanan .. keraguan hanyalah kawanmu berbincang Hingga dirimu lebih mantap menjajaki tangga yang berdiri setengah tajam Ia hanya mengawasimu .. Segenap perjalanan .. kebimbangan hanyalah simbol kemenangan yang tertunda Yang akan kau pastikan sendiri adalah keputusanmu Dan ia akan menyingkir perlahan .. ketika kekuatanmu lebih sigap memaknai langkah Dan ia akan mengundurkan diri .. ketika kekalutan itu sirna perlahan Dan .. simbol pencapaian itu, hanya dirimu yang mengetahuinya
Tak akan pernah usai .. manusia dihempas badai Tak akan pernah berhenti .. matahari memanggangi bumi Tak akan berhenti bulan menggelapkan dunia Lalu .. Ini bukan saatnya menangisi nasib Bukan pula mengerdilkan diri yang kian terpuruk .. Atau mungkin menggarisbawahi tiap ucapan yang tak bermakna
Mereka bertutur lepas .. untuk melihatmu bersedih Mereka menunjuk dirimu .. untuk melihat dirimu tersungkur Mereka menghujam bathinmu untuk menertawakan kelemahanmu .. Adakah ini yang kau mau ?? Hanya ada cara untuk mengusir ketakutan itu .. Dan itu hanyalah senyum ... Katakan dengan senyum .. dan mereka akan terpana Katakan dengan candamu .. yang dalam namun tepat Katakan dengan hatimu .. yang ikhlas namun bersih .. Dan mereka akan semakin memperlihatkan keburukannya .. sementara dirimu berjalan dengan anggunnya melewati kebingungan diantara mereka
Katakan kau bisa .. Dengan kemauanmu .. kau bisa ... Karena aku bisa .. Meski sejauh apapun aku berusaha, aku tetap buruk dimata seseorang .. Karena aku ihklas .. Dan Tuhan mendampingiku .. Katakan kau bisa .. _________________
Semua tinggal kenangan .. Rasa .. Rindu .. Luka .. Cinta .. Pelukan .. Impian .. Cerita .. Tak mampu ku mengubahnya, walau kurengkuh telapak ini tuk memohon
Semua tinggal cerita Yang hanya mampu untuk di pigura kan Sebait cerita kau sandingkan diantaranya Sebait senyuman, kau hiaskan di tepinya
Semua tinggal cerita Yang hanya mampu kau toleh sesekali dalam kisah perjalananmu Kau tinggalkan ia sepi dan sendiri disana Kau bukukan ia dalam lembaran lembaran tak punya masa depan
Semua tinggal waktu tersisa Yang hanya mampu menemanimu mengisi kehidupanmu yang baru Kau langkahkan tapak demi tapak yang lebih berarti Kau sisipkan harapan diantaranya hingga Takdir mengubahmu
Inikah ketakutanmu .. Waktu belum membuka lembaran baru untukmu melihat Buku buku tua berdebu .. belum jua menampakkan wasiat wasiat bijaknya Adakah matahari belum juga bersinar untukmu di pagi hari ?
Inikah kekhawatiranmu .. Dimana bumi tengah berputar tak ubahnya hari hari sebelumnya Dimana burung beterbangan mencari perlindungan dengan kelompoknya Dimana suara jangkrik tetap begitu indah di kala malam mencekam Adakah dirimu melihat begitu banyak perubahan ? Inilah dirimu yang masih berpijak .. pada kegelisahanmu Tak beranjak pergi menelusuri indahnya kebun kebun bunga yang tetap merekah Tak beranjak membuka lembaran tirai yang kian usang oleh kesedihan yang berkepanjangan Tak beranjak menghirup udara segar, sehangat sinar yang memasuki tubuh yang terluka Adakah dirimu, tak jua membaca dirimu ?
Buang semua kegetiran itu .. dalam satu kali jentikan jemari Mainkan nada nada lincah .. sembari lompatan lompatan indah mewarnai hidupmu Sapa lah dunia dalam keanggunan yang kau tebarkan untuk semut semut kecil yang berbaris Haluskan belaian mu untuk lembutnya kelinci kelinci kecil yang bermain berkejaran Ciptakan pelangi dalam warna warna kesukaanmu di sore hari ..
Dan kau temukan duniamu tanpa ketakutanmu Tanpa kegetiran yang kian menghantui dan membunuhmu Tanpa kelemahan yang kau perlihatkan dari hari ke hari Tanpa ragu akan dirimu yang sebenarnya
Karena dirimu begitu indah .. Karena dirimu begitu bermakna Karena dirimu begitu dipuja ... Oleh dirinya yang tulus mengenalmu ..
Selalu, Keteguhan adalah tapak tapakmu melampaui ketidakmungkinan Kekuatan adalah imajinasi imajinasimu memainkan peranan Kepasrahan adalah lingkaran lingkaran doa yang berselimut mengagungkan Nya.
Selalu .. Keyakinan adalah tulisan tulisan bahasa hati yang terucap Kepastian adalah tombak tombak kemegahan yang kau pegang mengiringi jalanmu Ketabahan adalah dahan dahan rindang yang meneduhkanmu sesaat ..
Jauhkan semua dilema Jauhkan semua prasangka Jauhkan semua batas Disini .. tak ada sedih dan pilu Tak ada bimbang dan peluh Tak ada arang yang terpatahkan oleh asumsi asumsi fatamorgana
Disini .. hanya ada dirimu Hanya ada hatimu Hanya ada .. mimpimu ..
Hatimu .. Adalah buah kejujuran yang menenangkan Adalah kalimat perintah yang tak terpatahkan Adalah ketulusan tanpa imbalan
Hatimu .. Adalah menteri menteri dalam perwakilan Adalah kumpulan orang orang bijak yang berfikir Adalah suara suara santun yang saling mengisi
Hatimu .. Adalah dirimu Adalah sebentuk keinginan yang meng acungkan jemarinya untuk berkata Adalah sebentuk pemikiran yang menorehkan peribahasa dalam pembelajaran
Hatimu .. Adalah jalan yang membuka banyak cabang cabang berliku Adalah kesempatan yang merengkuhmu sekali menundukkan gelisahmu Adalah kedalaman bahasa yang membutuhkan laut untuk mencairkannya
Hatimu tidak bergejolak Tidak pula bertanya Tidak pula meragu dalam langkah
Hatimu hanya ingin berfikir dan menulis Menulis panjang tentang diri yang gelisah akan esok Menulis kisah akan kekhawatiran yang melemahkan Menulis narasi tentang hidup .. hidup dan hidup
Ketuklah dirimu, bukan hatimu .. Ketuklah dan ajak ia berbincang akan tema yang terangkat Ketuklah dan ajak ia keluar dari persembunyian Ketuklah dan ajak ia bernyanyi dan bersuara Ketuklah dan ajak ia menulis tentang apapun yang kau suka
Puisi ini adalah jawaban jawaban kisah hati seorang teman yang tersandung mencari makna cinta dan tengah berdiri di persimpangan. Tanpa bermaksud membuka tabir .. hanya sekedar ingin berbagi pemahaman yang mungkin berbeda, mungkin bisa lebih dalam atau lebih luas, ketika membacanya.Pertama di tulis untuk Forum Nusa.4
Cinta tak layak sekedar dikagumi .. Cinta tak layak sekedar kau hayalkan Cinta tak ubahnya perjuangan yang kau tombakkan Cinta butuh hatimu ...
Cinta bukanlah lukisan dalam pigura untuk mu memandang Cinta akan kelak pergi berlalu terbawa angin yang riuh Cinta pun belum akan kembali dengan harapan yang sama Cinta adalah hatimu ..
Adakah cintamu ..miliknya ? Adakah cintamu .. adalah kekagumannya Adakah cintamu .. harapannya ? Adakah cintamu .. adalah jawabannya
Cinta butuh kesabaran .. Cinta butuh pembelajaran .. Tak semudah ketika membuka buku buku nan bertuah Tak semudah ketika menghapal kalimat kalimat panjang yang terdefinisi
Cinta butuh pencarian Cinta butuh waktu .. Tak semudah ketika kau datang, kau lihat dan kau petik Tak semudah ketika menunggu, menunggu dan terus berharap
Cinta butuh kesiapan .. Cinta butuh kematangan .. Tak semudah ia datang dan selalu hadir selamanya Tak semudah hayalan, seindah kisah dongeng mahabarata (loh ?? ) Tetapkan hatimu sebelum melangkah Tetapkan hatimu sebelum berkata Redakan gundahmu dan biarkan berkelana sendiri Hingga ia menemukan cintanya sendiri ..
Tetapkan hatimu pada keyakinanmu Tetapkan hatimu pada kepasrahanmu Redakan semua kekusutan dan biarkan benang itu terajut sendiri Satu persatu, .. atau ia menjauh ..
Cinta datang dan pergi membawa kisah Membawa cerita .. Membawa narasi panjang penuh tawa, duka, sepi dan rindu
Cinta datang dan pergi membawa tangis dan bahagia Membawa luka Membawa doa panjang penuh harap, ingin, pinta dan cemas
Cinta menghadirkan pensil warna warna dalam bukumu Dalam diarymu Dalam lukisan panjang penuh hayalan, kenangan, masa depan dan masa lalu
Cinta menghadirkan kesempurnaan dalam kedewasaanmu Dalam jenjang umurmu Dalam kelengkapan panjang penuh genggaman, pandangan, hati dan janji
Cinta menghadirkan kesedihan dalam birumu Dalam mendung Dalam ketidakterimaan panjang penuh amarah, kesal, hina dan benci
Cinta datang satu hati untukmu Satu kisah Satu narasi untukmu Semua yang tertulis membawa cinta, pedih, luka, sembilu dalam kisah dan narasi panjang untukmu
Bila cintamu tertulis indah semata, .. maka ia bukanlah cinta semata Bila cinta tertulis perih .. maka ia bukanlah cinta yang kau genggam Bila cintamu datang tertulis indah, siapkan dirimu dengan perih yang mengakhiri Karena cinta membutuhkan kesiapan _________________
Sampaikan salamku untuk Bromo yang megah Sampaikan kekagumanku untuk awan awan yang menaungi kawahnya Sampaikan keinginanku untuk jalan jalan yang menapak lagi membuka hati Sampaikan rasaku untuk menggapai hamparan savana yang membentang diantaranya
Dan matahari menyambut pagi dengan sahaja Dan warna warna membuka indahnya dari kejauhan Tiada kata yang sanggup terucap oleh dinginnya yang menggigit Tiada lukisan yang mampu tergores oleh keagungan yang tak mendua
Dan matahari bersahabat dengan alam Membuka pasir pasir berbisik yang tertiup oleh angin Menyajikan seribu puisi puisi bunga edelweis yang abadi Menyiratkan kedamaian akan kesederhanaan yang tak terjamah
Dan aku hanya memandang .. Dan aku hanya berhayal .. Dimana aku akan datang, tanpa janji .. Membawa diriku dengan kekagumanku ..
Ku terpaku sejenak menatap semu Melihat bayangku di kerumunan sore .. Begitu gusar dan ragu Begitu dingin dan layu
Ku memandang buah keteguhan Yang takjub pada akhir ketekunan Begitu tabah dan tegar Begitu sabar dan ikhlas
Akankah diriku mampu, menilai arti keikhlasan Ketika pengorbanan, terhapus begitu saja tanpa jejak Ketika sayang itu tulus, kupersembahkan untuknya Ketika yang kupikirkan, .. sejauh hati ini hanya baginya
Akankah diriku mampu belajar, mengerti artinya cobaan Ketika tamparan dan hujatan, jatuh tertumpu di tulangku Ketika beban kian berat, membuka lebar luka yang menganga Ketika ku harus menutupnya kembali perlahan dan menebar senyuman
Akankah diriku mampu menjadi diriku yang sesungguhnya Ketika suasana hati harus kumainkan terpisah Ketika tawa dan keseriusan harus sejajarkan diantara komunikasi yang masih teraba Ketika duniaku harus kukesampingkan sejenak diantara waktu waktu yang saling mengejar
Tak mungkin akan kutemukan jawabnya Mungkin belum saat ini, atau waktu waktu kedepan Mungkin hanya air yang mengalir mampu membawaku mengerti Mungkin hanya uluran tangan yang mampu meluluhkan perbedaan bahasa
Tak mungkin akan kubawa diriku disini Mungkin aku harus berbagi peranan dunia Mungkin aku harus mengambil satu diantaranya Mungkin aku harus lebih bersabar
Sepi .. Apa yang kalian maknai ketika satu kalimat itu hadir? Adakah lagu lagu berirama indah mengalun? Adakah gelak tawa itu hadir bersama Adakah peluk mesra itu berkumpul menghadirkan? Adakah kehangatan itu menyajikan kenyamanan yang panjang?
Sepi .. Itulah kata yang sedetik datang sedetik pergi Yang bila ia menghampiri .. aku bersusah diri Yang bila ia pergi .. aku menghadirkan senyuman di lesungku Yang sesaat datang sesaat pergi Yang kini datang, seolah membawanya turut pergi
Sepi .. Haruskah ku berdamai dengan sepi? Haruskah ku bermain seolah aku adalah sepi Haruskah ku tetap hidup ketika sepi itu datang berkunjung? Haruskah ku bertatap muka dan menorehkan percakapan yang bertujuan
Sepi .. Kini ia membawa hatinya pergi Pergi ke dalam dunianya yang membangkitkan semangatnya Pergi ke dalam dunianya yang menyibukkan Pergi ke dalam hatinya yang penuh dengan angan dan mimpi mimpi masa depan
Dan aku tak bisa merebut lagi hatinya Tak bisa membangkitkan semangatnya Tak bisa mengisi harinya yang menyibukkan Atau menjadi mimpi mimpinya dimasa depan
Dan kini aku terpuruk menuliskan kegetiran Menuliskan kepedihan, ketika satu hari sarat makna tak akan berarti indah baginya Ketika satu hari sarat makna tak akan membuahkan kenangan di hatinya Ketika satu hari sarat makna hilang tanpa bekas, di akhir sebuah janji yang pernah terucap
Pergi ... Jauhhhh .. sepi .. Bawalah ia terbang bersamamu, bila itu membuatnya bahagia Bawalah ia membahana ke saparuh dunia yang berkilau lagi memabukkan Dan tinggalkan aku yang terbangun dan sadar .. ketika duniaku kembali merangkak Ketika duniaku kembali tersusun dan terapikkan oleh tanga tanganku yang mencari Ketika aku kembali melihat dan mulai menegakkan diri yang terhuyung oleh kesendirian
Pergi .. Jauh sepi .. Jauhkan orang orang yang mengambil keramaian dihatiku Jauhkan orang orang yang mengambil dunia itu dihatiku Jauhkan serpihan serpihan luka yang mengorek kerinduanku hingga pecah dan menghilang Jauhkan semuanya ...
Lelah ku melangkah .. kian jauh Sejauh ku berharap banyak pada waktu .. Lelah aku mencari harapan yang kutulis di awal awal tahun ke depan Dan di depan ia menghilang ..
Hingga ku disini terpuruk melewati hari Hingga ku terduduk menangisi yang terbuang Hingga ku tak tahu harus berkata apa, menyimpan erat kisah yang berlalu Hingga ku kuat melupakan tulisan tulisan indah yang seharusnya ada disini
Seminggu yang lalu, pun berjalan tanpa bekas Seminggu itu .. terlihat begitu sedih .. Seminggu itu tinggal masa lalu yang tidak dapat kubukukan Karena tak ada cerita disana
Seminggu yang lalu .. tak akan bisa tergantikan yang lain Seminggu yang lalu .. kian tertutup oleh beban hari hari yang meminta Seminggu itu tinggal judul cerita yang mulai nampak pudar Karena tak ada cerita disana
Selamat tinggal seminggu yang lalu .. Selamat tinggal hari tanpa makna indah di tujuh tahun berjalan Selamat tinggal awan awan yang berpayung ketika itu Selamat tinggal bunga bunga yang bermekaran menyambut .. ketika itu
Tak terasa .. langkah langkah tertatih mencari kesempurnaan Tak jua terasa .. tangan tangan membiru mencari kepastian Tak kan mungkin terasa lagi .. bila waktu sejenak terlupakan oleh impian Dan kini .. peluh hingga kantuk meruntuhkan semua keinginan
Tak terasa .. dunia membutakan keseimbangan Tak jua terasa .. cinta pun telah terpinggirkan perlahan Tak kan mungkin terasa lagi .. bila Juli kian mendekat dan membawa sarat makna Dan kini .. kau tetap hadir, mengubah semua ketakutan itu
Kau tawarkan padaku .. janjimu yang tak kan pernah padam Kau kisahkan diriku .. rupa rupa diri yang tak kan jua tergantikan Kau genggam hatiku .. seberat makna senyum mu yang meneduhkan Kau rajut perjalanan itu .. seindah merah marun yang kusuka
Kau temukan aku .. disaat aku lelah mencari kehidupan Kau lihat diriku .. serupa keunikan yang begitu membedakan Kau iringiku aku .. sepadan kita adalah pasangan Kau hadirkan dirimu .. sesempurna yang ku harapkan
Kau ciptakan aku .. begitu indah lagi dipuja Kau sematkan aku .. di waktu waktu yang menjagamu Kau sapa aku .. begitu santun lagi memanjakan Kau buka mataku .. dengan gemerlap bintang yang bertebaran di langit gelap
Kau tatap aku .. bagai laut kejujuran disana Kau dekatkan aku .. untuk membunuh jarak yang memisahkan Kau ikat diriku .. mengikis hitamnya hina yang melenakan Kau buktikan takdirmu .. bukan sekedar tulisan panjang yang telah tersurat
Tak terasa .. kita telah berdiri Di awal narasi kisah yang masih memulai Di tengah sulitnya terpaan yang menyabarkan Di akhir pertanyaan panjang akan kedewasaan
Tak terasa .. kita telah bersama Di sini .. kita akan terus berjanji Di sana .. kita akan terus berjuang Di mana .. kita akan terus bersama
Happy 7th annuversary .. on Today I love you for always ..
Dan aku mencintaimu .. Dan aku menggenggam jemarimu .. Dan aku memandang matamu yang teduh .. Dan aku menjadi saksi senyummu yang lengkap ..
Dan aku mendampingimu .. Menemani sisi kegelisahan lelah tidurmu
Menyaksikan sisi kemudahanmu menapaki impian yang kau pinta Menyandingkan bait bait doa diatas bahumu Menghadiri ketegaranmu memutuskan lingkaran kebimbangan
Dan aku menyertaimu .. Mempersiapkan indahnya semangat hidup yang membakar Menuliskan sisa sisa ketertinggalan yang terlupakan Menjaga kerasnya terpaan angin yang menyakitkan Menyanjungkan hati yang telah jatuh oleh kemunafikan
Dan aku mencintaimu .. Oleh hidup yang selalu mempererat sarat yang menyibukkan Oleh waktu yang selalu membuktikan buah ketulusan Oleh badai yang selalu meluluskan peliknya cobaan Oleh pelangi yang selalu mempercantik dunia rana Oleh bumi yang sederhana dan merendahkan hati Oleh Langit yang setia merestui
Bilamana suara suara mengalir begitu deras di telinga Bilamana kalimat kalimat pisu saling membutakan Bilamana tak ada lagi kebaikan diantara kesempurnaan manusia Bilamana kekurangan adalah tahta diatas kepala
Apa yang kulakukan .. Bila semua saling membisu mengungkap kejujuran Tak perduli hati kecilnya berbicara "aaaghhhhhh"Meneriakkan ketumpulan yang membludag lagi mengecewakan Membisingkan ruang diri yang buta lagi emosi
Apa yang kita cari .. sebenarnya? Sebuah pembuktian bahwa ia salah ? Sebuah kata kata yang terucap dibelakangku .. akan kekurangan? Aku tak perduli lagi .. Bukankah .. kepalsuan akan luntur oleh buah kebaikan?
Tak sadarkah .. Kita hanyalah serpihan debu tak sempurna Kita begitu rapuh oleh waktu dan kuasa Nya Kita begitu berbeda lagi melengkapi Kita terdidik untuk mengingatkan lagi merangkul
Apa yang kita cari .. sebenarnya? Ketika aku di tengah .. menyeimbangkan tubuhku demi silahturahmi yang kupertahankan
Ketika aku tak bisa memutuskan sisi sisi gelap yang kusaksikan Ketika aku harus tersadar, menoleh kembali dan berfikir tajam
Maaf ..Aku hanya bisa berdiri disini .. Bermain dengan waktu, sejenak merenungkan narasi panjang yang kusut Aku hanya bisa menuliskan perlahan kalimat kalimat indah, yang pernah kurasa Ataupun .. menimbang nimbang kekecewaan yang juga pernah membekas
Apa yang kita cari .. sebenarnya? Bersama kita sandingkan kekurangan dan kepalsuan demi kebaikan Bersama kita luruskan kerumitan akan prasangka buruk yang kelak terabaikan Bersama kita jinjing bahu yang berat oleh beban demi kebersamaan yang erat Bersama kita rajut benang benang kedekatan demi pertemuan yang kelak mengakar
Masih terasa, rasa kelu karena terkejut Masih terasa, rasa membludag karena takut .. Masih terasa, kisah sore itu, di tepian jalan menanti angkutan Masih terbayang sosok hitam mengerikan mengikuti gerakku melangkah
Tak terbersit dalam fikiranku, bila kemungkinan itu datang .. Serupa manusia hitam, tak bertuan bermaksud jahat
Mengambil seutuhnya milikku yang menggantung di tangan Padahal aku layaknya penumpang lain yang menanti hendak pulang
Tak tahu, apa yang terjadi, bila sekumpulan buku buku yang terjinjing pun beralih Tak tahu .. apa yang kurasa, bila pekerjaan yang kutulis hari demi hari pun lenyap Tak tahu .. apa yang bisa kutangisi untuk membuatnya kembali Tak tahu .. apa yang bisa kulakukan untuk mengikhlaskan apa yang kumiliki
Terujud syukurku, .. semua masih milikku Masih dengan kemudahan dan awasku Masih dengan perlindungan dan rasa amanku
Terujud syukurku, .. Kumampu menelaah hari .. untuk lebih mapan dalam berdoa Dalam setiap langkah yang kulalui Untuk setiap fikiran yang kutempuh jauh
2011_06_08 Tepat 32 Minggu
-
Lama juga, aku tidak menulis lagi di blog ini. Banyak hal yang terjadi ..
banyak hal yang berubah. Kegiatan ku pun makin terisi dengan istirahat
panjan...
2009_06_13 BGC at daylight
-
Acara hunting foto yang kedua kali di tempat ini, tidak membuatku bosan
karena menyaksikan beberapa spot yang sama. Hanya saja, ketika itu aku tak
sebe...
20 September 2008 Di hampir 6 tahun ..
-
Rumah Joglo
Diantara rutinitas dan keseharian kami menjaga, di saat saat apapun, kami
selalu menyertakan sapa senyum dan keramahtamahan. Team Rumah Joglo...